Tgl. tulisan : 13 Juli 2017
Judul : Syubhat Yang Dinisbahkan Pada Imam Muhammad al-Baqir as
Dalam kitab Sunni, Fadha‘il al-Shahabah karya ad-Daraquthni, halaman 59-60, ada riwayat no. 37 dinisbahkan pada Imam Muhammad al-Baqir as yang KONON berkata: من لم يعرف فضل أبي بكر وعمر رضي الله عنهما فقد جهل السنة
“Orang yang tidak mengenal keutamaan Abu Bakar dan ‘Umar ra maka ia bodoh tentang sunnah”
_____________
Kritik Sanad
Ini sanad lengkapnya: ًحَدَّثَنَا عَلِيُّ بْنُ عَبْدِ اللَّهِ بْنِ الْفَضْلِ، بِمِصْرَ قَالَ: نَا إِبْرَاهِيمُ بْنُ شَرِيكٍ، قَالَ: نَا عُقْبَةُ بْنُ مُكْرَمٍ، قَالَ: نَا يُونُسُ بْنُ بُكَيْرٍ , عَنْ مُحَمَّدِ بْنِ إِسْحَاقَ , عَنْ أَبِي جَعْفَرٍ مُحَمَّدِ بْنِ عَلِيٍّ
Status riwayat itu DHA‘IF karena dalam sanadnya ada Muhammad bin Ishaq. Muhammad bin Ishaq yang dimaksud adalah Muhammad bin Ishaq bin Yasar karena dalam kitab Tahdzib al-Tahdzib, juz 5 halaman 470, rijal no. 6753, tercatat diantara yang meriwayatkan darinya adalah Yunus bin Bukair. Muhammad bin Ishaq bin Yasar adalah seorang mudallis (suka menyamarkan hadist). Ahmad, ad-Daraquthni, dan yang lain menilainya mudallis. Ibnu Hajar al-‘Asqalani dalam kitab Ta‘rif Ahlu al-Taqdis halaman 51, menggolongkan Muhammad bin Ishaq bin Yasar sebagai mudallis tingkat keempat.
Hukum mudallis tingkat keempat: من اتفق على أنه لا يحتج بشيء من حديثهم الا بما صرحوا فيه بالسماع لكثرة تدليسهم على الضعفاء والمجاهيل
Berarti Muhammad bin Ishaq bin Yasar disepakati agar tidak berhujjah dengan sesuatu pun dari riwayatnya kecuali ia menyebutkan lafaz penyimakan.
Nah, karena dalam sanad riwayat itu Muhammad bin Ishaq bin Yasar tidak menyebutkan lafaz penyimakan dan ia mudallis tingkat keempat, maka tidak menjadi hujjah.
Oh iya, khawatir ada yang ngoceh “ah, ini penilaian Syi‘ah saja. Karena riwayat itu tentang Abu Bakar dan ‘Umar, makanya didha‘ifkan”.
Perlu ditegaskan bahwa penilaian ini tidak didasarkan kebencian, melainkan sikap ilmiah dengan merujuk pada ilmu hadits dan kitab-kitab rijal Sunni sendiri.
Jika masih ngoceh, ini kami kutipkan penilaian ulama Sunni kelahiran Tripoli-Libya, Syaikh Muhammad bin Khalifah ar-Rabah, atas riwayat itu: إسناده ضعيف فيه ابن إسحاق عنعنه: وهو مدلس
“Sanadnya dha‘if.
Dalam sanadnya Ibnu Ishaq meriwayatkan secara ‘an‘anah. Dia mudallis”
Selalu perbanyak bersholawat dan istighfar!🌺
______________
Referensi Sunni:
📗Ad-Daraquthni, Fadha‘il al-Shahabah, hal. 59-60, riwayat no. 37.
📗Ibnu Hajar al-‘Asqalani, Tahdzib al-Tahdzib, juz 5 hal. 469-470, rijal no. 6753.
📗Ibnu Hajar al-‘Asqalani, Ta‘rif Ahl al-Taqdis, hal. 51, rijal no. 125.
![]() |
| Ibnu Hajar al-‘Asqalani, Tahdzib al-Tahdzib, juz 5 hal. 470, rijal no. 6753. |
![]() |
| Ibnu Hajar al-‘Asqalani, Tahdzib al-Tahdzib, juz 5 hal. 469-470, rijal no. 6753. |
![]() |
| Ibnu Hajar al-‘Asqalani, Tahdzib al-Tahdzib, juz 5 hal. 469, rijal no. 6753. |
![]() |
Ibnu Hajar al-‘Asqalani, Ta‘rif Ahl al-Taqdis, hal. 51, rijal no. 125.
|
![]() |
| Ad-Daraquthni, Fadha‘il al-Shahabah, hal. 60, riwayat no. 37. |
![]() |
| Ad-Daraquthni, Fadha‘il al-Shahabah, hal. 59-60, riwayat no. 37. |
![]() |
| Ad-Daraquthni, Fadha‘il al-Shahabah, hal. 59, riwayat no. 37. |
![]() |
Ibnu Hajar al-‘Asqalani, Ta‘rif Ahl al-Taqdis, hal. 51, rijal no. 125.
|








Tidak ada komentar:
Posting Komentar