Judul : Menuduh Syi‘ah Ghuluw Sama Seperti Menuduh Sunni Ghuluw
Beberapa pihak, khususnya pembenci Syi‘ah, menuduh Syi‘ah ghuluw karena Syi‘ah menyebut dan meyakini Imam ‘Ali as secara berlebihan sehingga dianggap menyimpang dari syari‘at. Misalnya mengaitkan Imam ‘Ali as dengan ibadah, keselamatan dari api neraka, mengetahui perkara ghaib, kema‘shuman, dll. Nah, seharusnya mereka menjelaskan batasan ghuluw dan syariat mana yang dilanggar jika meyakini semua itu. Oh iya, mereka mungkin belum tahu bahwa hal-hal yang mirip bahkan yang seperti itu tercatat juga dalam kitab-kitab Sunni. Yuk kita baca apa saja diantaranya😁
- Abu Bakr al-Ajurri (w. 360 H), ulama hadits dan syaikhul haram pada masanya, dalam kitab asy-Syari‘ah, juz 18 halaman 2017, menyebut Imam ‘Ali as sebagai: مفرج الكرب “Orang yang melapangkan kesulitan/penderitaan”
- Tercatat dalam kitab Siyar A‘lam an-Nubala’, juz 10 halaman 151, guru Bukhari bernama Fadhl bin Dukain (w. 219 H) mengatakan: حب علي رضي الله عنه عبادة “Mencintai ‘Ali radhiyallahu ‘anhu adalah ibadah”
- Jalaluddin as-Suyuthi (w. 911 H), ‘alim produktif mazhab Syafi‘i, dalam Tarikh al-Khulafa’, halaman 291, mengutip hadits: النظر إلى علي عبادة “Memandang ‘Ali adalah ibadah” Lalu as-Suyuthi berkomentar: إسناده حسن “Sanadnya hasan”
- Ulama hadits dan faqih mazhab Maliki, Ibnu ‘Abdul Barr (w. 463 H), mengutip khutbah Imam ‘Ali as dalam kitab Jami’ al-Bayan al-‘Ilm wa Fadhlih, juz 1 halaman 464. Berikut bagian awalnya: سلوني، فوالله لا تسألوني عن شيء يكون إلى يوم القيامة إلا حدثتكم به... “Tanyalah kepadaku, demi Allah, tidaklah kalian bertanya kepadaku mengenai sesuatu yang akan terjadi sampai hari kiamat melainkan aku akan menyampaikannya kepada kalian...” Muhaqqiq kitab Syaikh Abul Asybal az-Zuhayri menilai di footnote riwayat no. 726: إسنده صحيح “Sanadnya shahih”
- Dalam himpunan besar berjudul al-Fath ar-Rabbani Min Fatawa al-Imam asy-Syawkani, ada risalah no. 131 ‘Uqud az-Zabarjad fi Jiyd Masa‘il ‘Alamat Dhamad. Asy-Syawkani (w. 1250 H) di risalah itu, halaman 4085, mengakui begini: عصمة علي وحجة قوله: ذهب إلى القول لهما جماعة من أهل البيت عليهم السلام
Pengakuan asy-Syawkani itu sekaligus membantah tuduhan orang-orang bahwa keyakinan Imam ‘Ali as ma‘shum merupakan karangan ‘Abdullah bin Saba’ dan pengikutnya.
Lalu asy-Syawkani menjelaskan diantara dalil keyakinan bahwa Imam ‘Ali as ma‘shum dan perkataannya hujjah adalah hadits riwayat al-Hakim dan ath-Thabrani: علي مع القرآن والقرآن مع علي ولن يتفرقا حتى يردا علي الحوض
“‘Ali bersama al-Qur‘an dan al-Qur‘an bersama ‘Ali, (keduanya) takkan terpisah hingga menemuiku di haudh” Nah, apakah para pembenci Syi‘ah itu akan menuduh ulama Sunni dan Ahlul Bayt as sebagai orang-orang ghuluw?
Maukah mereka menuduh Imam ‘Ali as syirik hanya karena khutbahnya di no. 4 itu? Atau menganggap Ahlul Bayt as telah menyimpang karena meyakini kema‘shuman Imam ‘Ali as?
Padahal semua hal di atas berdasarkan hadits-hadits shahih, dan tentu diyakini dengan “atas izin Allah Ta‘ala”😁
Selalu perbanyak bersholawat dan istighfar!
Doa terbaik untuk semua yang dizhalimi. Khususnya saudara-saudara kita di Palestina, Yaman, Suriah, dan Afrika🙏
______________
Referensi kitab:
📘Abu Bakr al-Ajurri, asy-Syari‘ah, juz 18 halaman 2017 (cetakan Dar al-Wathan, 1418 H/1997 M)
📘Syamsuddin adz-Dzahabi, Siyar A‘lam an-Nubala’, juz 10 halaman 151, no. 21 (cetakan Mu‘assasah ar-Risalah, 1402 H/1982 M)
📘Jalaluddin as-Suyuthi, Tarikh al-Khulafa’, halaman 219 (cetakan Wizarah al-Awfaq wa asy-Syu‘un al-Islamiyyah, 1434 H/2013 M)
📘Ibnu ‘Abdil Barr, Jami’ al-Bayan al-‘Ilm wa Fadhlih, juz 1 halaman 464, no. 726 (cetakan Dar Ibn al-Jawzi, 1414 H/1994 M)
📘Muhammad bin ‘Ali asy-Syawkani, al-Fath ar-Rabbani, risalah no. 131 ‘Uqud az-Zabarjad fi Jiyd Masa‘il ‘Alamat Dhamad, halaman 4085 (cetakan Maktabah al-Jiyl al-Jadid)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar