Kamis, 24 Agustus 2017

Perilaku Bani Umayyah

Menyadur dari tulisan : Ust. Muhammad Bhagas

Judul :

Perilaku Sebagian Dari Bani Umayyah dan Kezhaliman Samar 

Sebenarnya ini lanjutan dari tulisan berjudul “Cerita Karangan Syi‘ah?”. 
Isinya menukil dari kitab-kitab Sunni tentang beberapa orang Bani Umayyah mencaci maki Imam ‘Ali as, diantara mereka ada yang melaknat Ahlul Bayt as. 
Dalam kitab al-‘Ilal wa Ma‘rifat al-Rijal, juz 3 halaman 176, riwayat no. 4781 isinya berikut: عن عمير بن إسحاق قال كان مروان أميرا علينا ست سنين فكان يسب عليا كل جمعة ثم عزل ثم استعمل سعيد بن العاص سنتين فكان لا يسبه ثم أعيد مروان فكان يسبه 

Dari ‘Umair bin Ishaq yang berkata: “Marwan menjadi pemimpin kami selama enam tahun dan ia mencaci ‘Ali setiap hari Jum’at. Kemudian ia digantikan oleh Sa‘id bin ‘Ash selama dua tahun dan Sa‘id tidak mencaci ‘Ali. Kemudian Marwan diangkat kembali dan ia mencacinya lagi” 

Muhaqqiq kitab berkomentar di footnote no. 2: اسناده صحيح “Sanadnya shahih” 

Ada juga nih komentar ulama Sunni. 

Al-Manawi yang menukil dalam kitab Faidh al-Qadir Syarh al-Jami’ ash-Shagir, juz 3 halaman 15, bahasan riwayat no. 2631 tentang hadits al-Tsaqalayn (dua pusaka) begini: ومع ذلك فقابل بنو أمية عظيم هذه الحقوق بالمخالفة والعقوق فسفكوا من أهل البيت دماءهم وسبوا نساءهم وأسروا صغارهم وخربوا ديارهم وجحدوا شرفهم وفضلهم واستباحوا سبهم ولعنهم فخالفوا المصطفى صلى الله عليه و سلم في وصيته 

“Bersamaan dengan itu (sebagian) Bani Umayyah menerima wasiat yang agung ini dengan menentangnya dan mengkhianatinya. Mereka menumpahkan darah Ahlul Bayt, menghina perempuan mereka, menawan anak-anak mereka, menghancurkan rumah mereka, mengingkari kemuliaan dan keutamaan mereka, membolehkan mencaci mereka dan melaknat mereka. Maka mereka (sebagian Bani Umayyah) telah menentang Nabi Muhammad SAW dalam wasiatnya” 

Na‘udzu billah dari segala perilaku tercela seperti itu. Mungkin anda berkata, “Mana mungkin masih ada orang Islam di zaman ini membenci dan menzhalimi Ahlul Bayt as?”. 

Jawabannya: Menzhalimi Ahlul Bayt as tidak selalu dengan cara yang tampak. Termasuk menzhalimi Ahlul Bayt as juga bila anda: 

  1. Mengaku mencintai Ahlul Bayt as, tapi di sisi lain anda juga mencintai orang yang mencaci maki atau menzhalimi Ahlul Bayt as. 
  2. Mengaku mencintai Ahlul Bayt as tapi mengingkari sejarah dicaci makinya Ahlul Bayt as, sambil menganggap “Dulu Ahlul Bayt as tidak apa-apa kok”. 
  3. Terjadi perselisihan dua kubu yaitu Ahlul Bayt as dan kubu lain. Misalnya: kasus tanah fadak, perang Shiffin, dan perang Jamal. Membela Ahlul Bayt as tapi membela juga kubu yang bersebrangan dengan Ahlul Bayt as dengan alasan “itu ijtihad mereka, ya tidak apa-apa” atau “ijtihad mereka salah dapat 1 pahala, kalau benar dapat 2 pahala”. Jadi seakan mau membenarkan kedua pihak yang berselisih dengan ungkapan halus. 
  4. Mengurangi hak Ahlul Bayt as misalnya dengan cara mendha‘ifkan hadits al-Tsaqalayn jalur tertentu yang sebenarnya shahih jika ditimbang pakai ilmu hadits dan data kitab rijal. Atau menyimpangkan makna hadits shahih yang terkait kewajiban mengikuti Ahlul Bayt as. Atau bahkan mentahrif teks Arabnya. 
  5. Dll. 
Selalu perbanyak bersholawat dan istighfar! 
Doa terbaik untuk semua yang dizhalimi. Khususnya untuk saudara-saudara di Palestina, Yaman, dan Suriah! 
Aamiin. 

______________ 

Referensi kitab: 
📘Ahmad bin Hanbal, al-‘Ilal wa Ma‘rifat al-Rijal, juz 3 halaman 176, riwayat no. 4781.  
📘Al-Manawi, Faidh al-Qadir Syarh al-Jami’ ash-Shagir, juz 3 halaman 15, syarah riwayat no. 2631.


Tidak ada komentar:

Posting Komentar