Kamis, 24 Agustus 2017

Kedustaan Klaim Ibnu Taymiyyah

Judul : Kedustaan Klaim Ibnu Taymiyyah 
Penulis : Muhammad Bhagas

Ibnu Taymiyyah dalam kitab Minhaj as-Sunnah an-Nabawiyyah, juz 5 halaman 35-36, menyatakan: ومثل قوله: (أنت ولي في كل مؤمن بعدي) فإن هذا موضوع باتفاق أهل المعرفة بالحديث 

“Seperti sabdanya: ‘Engkau adalah pemimpin untuk semua mu‘min sepeninggalku’, ini adalah (hadits) palsu menurut kesepakatan ahli hadits” 

Masih di kitab yang sama, juz 7 halaman 391, Ibnu Taymiyyah menyatakan: قوله: (هو ولي كل مؤمن بعدي) كذب على رسول الله صلى الله عليه وسلم 

“Sabdanya: ‘Engkau adalah pemimpin setiap mu‘min sepeninggalku’, adalah dusta atas Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam” 

Benarkah hadits itu palsu sesuai kesepakatan ahli hadits? 

Dusta atas nama Rasulullah SAWW? Teng tedeng...😃 

______________ 

Bantahan Ibnu ‘Abdil Barr dalam al-Isti‘ab fi Ma‘rifat al-Ashhab, halaman 1091, mengutip sabda Rasulullah SAWW untuk Imam ‘Ali as: أنت ولي كل مؤمن بعدي 

“Engkau adalah pemimpin setiap mu‘min sepeninggalku” Setelah mengutip beberapa hadits terkait Imam ‘Ali as termasuk hadits pemimpin itu, Ibnu ‘Abdil Barr menilai di halaman 1092: هذا إسناد لا مطعن فيه لأحد لصحته وثقة نقلته 

“Dalam sanad-sanad ini tidak ada satu pun yang dicela bagi keshahihannya dan penukilannya terpercaya” 

Ibnu Hajar al-‘Asqalani dalam kitab al-Ishabah fi Tamyiz al-Shahabah, juz 4 halaman 468, mencatat hadits itu dan sebelumnya menilai: وأخرج الترمذي بإسناد قوي 

“Dan diriwayatkan oleh Tirmidzi dengan sanad-sanad yang KUAT” 

Dalam kitab al-Mustadrak ‘ala ash-Shahihayn, juz 3 halaman 143-144, ada hadits no. 4652 riwayat Ibnu ‘Abbas ra tentang keutamaan Imam ‘Ali as. 

Diantaranya Rasulullah SAWW bersabda: أنت ولي كل مؤمن بعدي 

“Engkau adalah pemimpin setiap mu‘min sepeninggalku” 

Lalu al-Hakim an-Naysaburi berkomentar: هذا حديث صحيح الإسناد 

“Hadits ini SHAHIH sanad-sanadnya” 

Tambah lagi di footnote hadits no. 4652 disebutkan: قال في التلخيص: صحيح “Berkata (adz-Dzahabi) dalam kitab al-Talkhish: SHAHIH” 

Empat penilaian ulama klasik itu cukup membuktikan kedustaan klaim Ibnu Taymiyyah bahwa hadits itu PALSU sesuai KESEPAKATAN AHLI HADITS. 

Bahkan jika kita menilai secara manual pakai ilmu hadits dan kitab-kitab rijal, memang hadits itu status sanadnya shahih karena perawinya tsiqah dan sanadnya bersambung. 

Selalu perbanyak bersholawat dan istighfar! 

Semoga Allah Ta‘ala mengampuni kita. 

Aamiin. 

______________ 

Referensi kitab: 

📘Ibnu Taymiyyah, Minhaj al-Sunnah al-Nabawiyyah, juz 5 hal. 35-36 dan juz 7 hal. 391 (tahqiq: Muhammad Rasyad Salim) 
📘Ibnu ‘Abdil Barr, al-Isti‘ab fi Ma‘rifat al-Ashhab, hal. 1091-1092, biografi no. 1855 (tahqiq: ‘Ali Muhammad al-Bajawi) 
📘Ibnu Hajar al-‘Asqalani, al-Ishabah fi Tamyiz al-Shahabah, juz 4 hal. 468, biografi no. 5704 (tahqiq: ‘Adil Ahmad ‘Abd al-Mawjud dan ‘Ali Muhammad Mu‘awwadh) 
📘Al-Hakim al-Naysaburi, al-Mustadrak ‘ala al-Shahihayn, juz 3 hal. 143-144, hadits no. 4652 (tahqiq: Mushthafa ‘Abd al-Qadir ‘Atha)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar