Tgl. tulisan : 08 Agustus 2017
Judul : Kedustaan Ceramah Dr. Khalid Basalamah.
Belakangan ini menyebar lagi ceramah Khalid Basalamah tentang Syi‘ah. Biasa isinya kebencian. Awalnya saya dengarkan di grup WA, lalu ketemu lagi video berdurasi 15 menit 8 detik itu di FB. Jika diteliti ternyata ada beberapa yang dia sampaikan bertentangan dengan data dalam kitab Ahlus Sunnah sendiri.
Mulai dari menit 1:49 sampai 1:54 Khalid Basalamah berkata:
“SEMUA SAHABAT tidak ada yang khilaf bahwasanya rentetan Abu Bakar-‘Umar ini paling afdhol di kalangan sahabat”
Jadi menurutnya, semua sahabat tidak berbeda dalam hal Abu Bakar dan ‘Umar paling utama di kalangan sahabat. Benarkan klaim tersebut? Teng tedeng...😃
Ibnu ‘Abdil Barr (ulama besar Sunni) dalam kitab al-Isti‘ab fi Ma‘rifat al-Ashhab halaman 1090, saat membahas biografi no. 1855 yaitu biografi Imam ‘Ali as disebutkan begini: وروى عن سلمان وأبى ذر والمقداد وخباب وجابر وأبى سعيد الخدرى وزيد بن الأرقم أن على بن ابى طالب رضى الله عنه أول من أسلم وفضله هؤلاء على غيره
“Diriwayatkan dari Salman, Abu Dzar, Miqdad, Khabbab, Jabir, Abu Sa‘id al-Khudri dan Zaid bin al-Arqam bahwa ‘Ali bin Abi Thalib radhiyallahu ‘anhu adalah orang yang pertama masuk Islam dan mereka mengutamakan ‘Ali atas (sahabat) yang lain”
Eeiits, tunggu dulu belum selesai! Selain itu, masih di kitab yang sama Ibnu ‘Abdil Barr membahas biografi no. 3054 yaitu sahabat yang bernama ‘Amir bin Watsilah, dikenal dengan Abu Thufail, ia menunjukkan pada halaman 1697 bahwa Abu Thufail mengutamakan Imam ‘Ali as atas syaikhain (Abu Bakar dan ‘Umar).
Jadi KLAIM Dr. KHALID BASALAMAH ITU TIDAK SESUAI DENGAN DATA VALID. Saya belum tahu apakah dia berniat berdusta atau tidak. Menilai yang tampak saja. Saya lebih cendrung menilai “memang begitu hasil bacaan dan analisanya”. Atau kurang bacaan tapi sudah pede berkeliaran😁. Namun secara ilmiah, apa yang dia sampaikan jelas mengandung racun kedustaan seperti dibuktikan di atas. Walaupun dia Salafi, saya tetap tidak menganggap ajaran Salafinya yang mengajarkan dusta. Itu mungkin kesalahan dari dia tanpa mewakili mazhab yang dianutnya. Jangan zhalim sejak dalam pikiran.
Selalu perbanyak bersholawat dan istighfar!
______________
Referensi kitab:
📘Abi ‘Umar Yusuf bin ‘Abd Allah bin Muhammad bin ‘Abd Al-Barr, al-Isti‘ab fi Ma'rifah al-Ashhab, tahqiq: Muhammad ‘Ali al-Bajawi, cet. 1 (Beirut: Dar Al-Jil, 1412 H/1992 M), hal. 1090 dan 1697.
📘 Bukti fisik :
![]() |
| Abi ‘Umar Yusuf bin ‘Abd Allah bin Muhammad bin ‘Abd Al-Barr, al-Isti‘ab fi Ma'rifah al-Ashhab, tahqiq: Muhammad ‘Ali al-Bajawi, cet. 1 (Beirut: Dar Al-Jil, 1412 H/1992 M), hal. 1090 dan 1697. |
![]() |
| Halaman 1697 |
![]() |
| Halaman 1090 |



Tidak ada komentar:
Posting Komentar