Kamis, 24 Agustus 2017

Khalifah setelah Nabi ?

*Khalifah Yang Sebenarnya Sepeninggal Nabi Saww* 

Oleh: Muhammad Bhagas 


Populer pendapat di tengah masyarakat bahwa Nabi Saww tidak mewasiatkan khalifah. Saya menghimbau kepada semua yang membaca postingan ini: *jangan percaya pendapat itu!* 

Mungkin anda pernah membaca hadits shahih bahwa Nabi Saww meninggalkan al-tsaqalain (dua pusaka). Ternyata, setelah melakukan pelacakan, kami menemukan hadits shahih mengenai itu tidak hanya menggunakan redaksi "al-tsaqalain", namun ada juga redaksi lain. Lantas apa redaksi lain yang dimaksud? Kami menampilkan hadits shahih yang terdapat dalam dua kitab. 

*Kitab Pertama* 

Dalam kitab Musnad Ahmad, juz 35 halaman 456, hadits no. 21578 berikut: عن زيد بن ثابت، قال: قال رسول الله صلى الله عليه و سلم: إني تارك فيكم خليفتين : كتاب الله، حبل ممدود ما بين السماء والأرض - أو ما بين السماء إلى الأرض - وعترتي أهل بيتي، وإنهما لن يتفرقا حتى يردا علي الحوض. Dari Zaid bin Tsabit berkata: Rasulullah Saww bersabda: “Sungguh aku tinggalkan untuk kalian خليفتين (DUA KHALIFAH) yaitu Kitabullah yang merupakan tali yang terbentang antara langit dan bumi... dan ‘itrah Ahlul Baytku. Keduanya tidak akan berpisah hingga menemuiku di haudh (telaga di surga).” 

*Kitab Kedua* 

Dalam kitab Mu‘jam Al-Kabir, juz 5 halaman 153-154, hadits no. 4921 berikut: عن زيد بن ثابت عن رسول الله صلى الله عليه و سلم قال: إني قد تركت فيكم الخليفتين: كتاب اللّه و اهل البيتي، وإنهما لم يفترقا حتى يردا علي الحوض. Dari Zaid bin Tsabit dari Rasulullah Saww bersabda: “Sungguh aku telah tinggalkan untuk kalian الخليفتين (DUA KHALIFAH) yaitu Kitabullah dan Ahlul Baytku. Keduanya tidak akan berpisah hingga menemuiku di haudh (telaga di surga).” 

*Silahkan perhatikan redaksi hadits: menggunakan kata “khalifah”.* 

Dua hadits itu jelas menunjukkan Rasulullah Saww meninggalkan *khalifah* untuk umatnya yaitu Kitabullah (Al-Qur‘an) dan Ahlul Bayt-‘itrah Ahlul Bayt. Maka terbuktilah kebohongan pendapat bahwa Rasulullah Saww tidak mewasiatkan khalifah. 

______________ 

*Status Hadits* 

Pertama, 

hadits dalam kitab Musnad Ahmad, dikomentari oleh muhaqqiq pada footnote (catatan kaki) no. 1 berikut: حديث صحيح بشواهده *Hadits shahih dengan syawahidnya* 

Kedua, 

hadits dalam kitab Mu‘jam Al-Kabir, dikomentar oleh ulama Sunni yakni Al-Haitsami dalam kitab Majma’ Al-Zawa‘id wa Manba’ Al-Fawa‘id, juz 1 halaman 170, berikut: رجاله ثقات *Perawinya tsiqat (terpercaya, kuat)* 

*Selalu perbanyak bershalawat!* 

______________ 

*Referensi*: 

📙Ahmad bin Hanbal, Musnad, tahqiq: Syu‘aib Al-Arnauth, cet. 1, juz 35 (Beirut: Muassasah Al-Risalah, 1420 H/1999 M), hal. 456, hadits no. 21578. 
📘Abi Al-Qasim Sulaiman bin Ahmad Al-Thabrani, Mu‘jam Al-Kabir, tahqiq: Hamdi ‘Abd Al-Majid Al-Salafi, juz 5 (Kairo: Maktabah Ibn Taimiyah, t.th.), hal. 153-154, hadits no. 4921. 
📗Nur Al-Din ‘Ali bin Abi Bakr Al-Haitsami, Majma’ Al-Zawa‘id wa Manba’ Al-Fawa‘id, juz 1 (Beirut: Dar Al-Kitab Al-‘Arabi, t.th.), hal. 170.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar